MEKANISME REAKSI - REAKSI ADISI PADA ALDEHID DAN KETON
Pada suatu aldehid dan keton bisa mengalami berbagai macam reaksi yang menghasilkan produk –produk lain. Reaksi adisi yang terjadi antara aldehid dan keton, pada reaksi utama gugus karbonil merupakan adisi nukleofilik pada ikatan rangkap antara karbon-oksigen. Saat dilakukan penambahan nukleofil dan hidrogen, akan melintasi ikatan rangkap antara karbon-oksigen. Kemudian gugus karbonil akan terpolarisasi karena adanya perbedaan elektronegativitas. Dengan begitu atom karbon akan memiliki muatan positif parsial dan sebagian atom oksigen akan bermuatan negatif. Karena efek sterik dan elektronik, maka aldehida lebih reaktif terhadap subtitusi nukleofilik jika dibandingkan dengan keton. Pada aldehida, atom hidrogen yang relatif kecil terikat pada satu sisi gugus karbonil, sedangkan gugus R yang lebih besar ditempelkan ke sisi lainnya. Tetapi , dalam keton gugus R terikat pada kedua sisi gugus karbonil. Yang mengakibatkan, hambatan sterik lebih sedikit pada aldehida dibandingkan pada keton.
Penambahan Hidrogen
Sianida ke Aldehida dan Keton
Aldehida dan keton
bereaksi dengan hidrogen sianida menghasilkan sianohidrin. Reaksi etanal dengan
HCN di bawah ini :
Mekanismenya :
Ikatan C = O bersifat polar karena perbedaan elektronegativitas atom karbon dan oksigen. Oksigen C = O memperoleh muatan negatif parsial sedangkan karbon memperoleh muatan positif parsial. Muatan positif parsial pada karbon menarik CN - dari HCN (H + CN - ). Karenanya, ikatan rangkap putus dan ikatan C-CN baru terbentuk. Akibatnya, oksigen menjadi tidak stabil karena kelebihan elektron, dan karenanya menarik H + dari H + CN - .
Penambahan Natrium
Hidrogen Sulfit ke Aldehida dan Keton
Aldehida bereaksi
dengan natrium bisulfit (natrium hidrogen sulfit) menghasilkan produk
tambahan. Keton, kecuali untuk metil keton, tidak bereaksi dengan natrium
bisulfit karena halangan sterik (berjejal).
Mekanismenya :
REAKSI ADISI PEREAKSI
GRIGNARD
Penambahan Reagen Grignard ke aldehida dan keton
Aldehida dan keton bisa bereaksi dengan Grignard dan membentuk alkohol
REAKSI ADISI ALKOHOL
Penambahan alkohol ke aldehida dan keton
Aldehida bereaksi dengan alkohol dengan adanya HCl kering menghasilkan
hemiasetal. Hemiasetal menjadi tidak stabil bereaksi dengan molekul alkohol
yang lain yang menghasilkan asetal. Dengan reaksi umumnya :
Reaksi aldehida dengan alkohol dihidrik seperti etana-1,2-diol menghasilkan
asetal siklik
Selanjutnya ketal siklik terbentuk ketika keton bereaksi dengan alkohol
dihidrik
Permasalahan :
1. 1. metil keton tidak bereaksi dengan natrium bisulfit karena
halangan sterik (berjejal). mengapa hal itu bisa terjadi? bagaimana proses nya?
2. 2. Bagaimana perbedaan yang terjadi yang dilihat dari sisi
ke-elektronegativitas atom karbon dan oksigen?
3. 3. Mengapa aldehid dan keton memiliki titik didih lebih tinggi daripada hidrokarbon dengan berat molekul sama/setara?

Baiklah saya Hermina Simatupang ingin menjawab pernasalahan kedua dimanagugus karbonil akan terpolarisasi karena adanya perbedaan elektronegativitas. Dengan begitu atom karbon akan memiliki muatan positif parsial dan sebagian atom oksigen akan bermuatan negatif. Terimakasih 🙏🏻
BalasHapusBaiklah saya Arsita dengan NIM A1C119028 akan mencoba menjawab permasalah no 3 ,Yang menyebabkan aldehid dan keton memiliki titik didih lebih tinggi daripada hidrokarbon padahal berat molekul nya sama adalah Aldehid dan keton umunya bersifat polar sehingga antar molekulnya terdapat interaksi dipol-dipol. Sedangkan pada hidrokarbon yang bersifat nonpolar, hanya terdapat gaya van der waals.
BalasHapusTerimakasih
Baiklah saya Lusya Siboro dengan NIM A1C119098 mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Menurut saya itu terjadi karena dalam keton gugus R terikat pada kedua sisi gugus karbonil. Yang mengakibatkan, hambatan sterik lebih sedikit pada aldehida dibandingkan pada keton, sehingga metil keton tidak bereaksi dengan natrium bisulfit. Terimakasih
BalasHapus