MEKANISME REAKSI OKSIDASI DALAM BERBAGAI SENYAWA ORGANIK

Reaksi oksidasi merupakan reaksi penghilangan elektron. Jika bilangan oksidasi menjadi lebih positif, itu adalah oksidasi (kehilangan elektron). Reaksi antara suatu senyawa dengan oksigen disebut Reaksi Oksidasi. Pada reaksi oksidasi ini, oksigen yang digunakan bukan hanya gas oksigen bebas, namun menggunakan oksigen dari sumber lain juga. Contohnya, dari pekat, pada suasana asam dan suasana alkalis, dan lain sebagainya.

Oksidasi yaitu melepaskan elektron. Karakteristik dari reaksi oksidasi pada senyawa organik bisa ditinjau dari ikatan C-O nya yang menghasilkan lebih banyak dan juga menghasilkan ikatan C-H yang lebih sedikit. Reaksi oksidasi juga mengalami kenaikan biloks (bilangan oksidasi). Baiklah, pada blog ini akan dijelaskan mengenai mekanisme reaksi oksidasi pada berbagai senyawa organik.

Pada Mekanisme Reaksi Oksidasi Alkena dengan KMnO4 pekat atau panas

Reaksi pada alkena dengan KMnO4 pekat yaitu suatu reaksi oksidasi oksidatif yang mengikut sertakan  pemutusan pada ikatan C=C alkena. Pada Reaksi ini menghasilkan produk dengan pola yang sama dengan reaksi ozonolisis alkena. tetapi, pada hal ini, dikarenakan pada KMnO4 adalah suatu oksidator kuat, maka aldehid yang terbentuk akan segera teroksidasi yakni menghasilkan asam karboksilat. Berikut ini adalah beberapa contoh  produk reaksi berbagai jenis alkena dengan KMnO4 pekat dalam keadaan panas.

Reaksi alkena dengan KMnO4  berlangsung melalui  2 tahap. Pada tahap pertama, alkena teroksidasi menjadi diol. Dan pada tahapan yang  kedua,  yakni diol yang terbentuk di tahap pertama akan teroksidasi lebih lanjut dan membentuk suatu produk akhir asam karboksilat dan keton.


permasalahan :

1. Bisakah membuat atau mengkondisikan suatu reaksi alkena dengan kalium permanganat dalam suasana panas namun tidak terjadi pemutusan ikatan?

2. Mengapa aldehid sangat mudah dioksidasi, sedangkan keton tahan terhadap oksidator atau bisa dikatakan tidak dapat teroksidasi?

3. Mengapa pada alkohol tersier tidak dapat dioksidasi pada suasana basa?

 

Komentar

  1. Baiklah saya Hermina Simatupang NIM A1C119058 ingin mencoba menjawab permasalahan kedua dimana menurut saya reaksi oksidasi adalah reaksi dimana terjadi penangkapan oksigen ataupun pelepasan hidrogen dan disini mengapa aldehid lebih mudah teroksidasi dikarenakan pada gugus fungsi aldehid itu berikatan dengan 1 atom hidrogen dimana jika terjadi reaksi oksidasi maka atom hidrogennya bisa lepas,sedangkan pada keton itu tidak mempunya gugus fungsi yang berikatan dengan atom hidrogen sehingga keton sulit mengalami reaksi oksidasi walaupun dengan oksidator kuat makan reaksi tidak akan terjadi.
    Terimakasih 🙏🏻

    BalasHapus
  2. Haii Rosa...
    Saya Lusya Siboro dengan NIM A1C119098 mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Suatu reaksi alkena dengan kalium permanganat dalam suasana panas adalah dalam kondisi asam, apabila alkena dioksidasi dengan larutan kalium manganat(VII) dalam kondisi asam maka situasinya lebih buruk lagi karena larutan ini memiliki kecenderungan untuk memutus ikatan karbon-karbon. Larutan ini bereaksi keras dengan berbagai senyawa organik dan jarang digunakan dalam kimia organik. Menurut analisis saya tidak bisa reaksi alkena dengan kalium permanganat dalam suhu yang tinggi untuk tidak memutuskan ikatan, tetapi mungkin kita bisa menambahkan sesuatu zat yang bisa untuk mengidentifikasi bahwa disuatu zat itu terdapat ikatan rangkap.
    Terimakasih🙏

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Sindy Tiara Putri dengan NIM A1C119016, disini saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Menurut saya, alkohol tersier tidak dapat dioksidasi pada suasana karna tidak memiliki ikatan dengan atom hidrogen (H). Karena tidak ada hidrogen yang bisa dilepaskan untuk bereaksi dengan oksigen maka tidak bisa terjadi reaksi oksidasi. terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer