MEKANISME REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK SN2
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Hello chems!
Pada blog kali ini saya akan membahas materi tentang subsitusi nukleofilik
(SN2), saya akan membahas mekanisme dari reaksi SN2 ini. Pertama saya akan
menjelaskan apa itu reaksi subsitusi dan apa itu nukleofilik (NU).
Reaksi subsitusi adalah suatu reaksi dimana suatu atom digantikan dengan
atom yang lainnya, sedangkan nukleofilik adalah suatu spesi (ion ata molekul) yang
menyerang suatu alkil halida dalam reaksi subsitusi. Setelah mengetahui apa itu
reaksi subsitusi dan juga apa itu nukleofilik, kita sudah bisa masuk ke topik
kita yaitu mekanisme reaksi subsitusi SN2.
Dimana pada mekanisme reaksi SN2 disebut subsitusi nukleofilik bimokuler yaitu
suatu proses mekanisme yang dilakukan dalam satu tahap, dimana ketika ikatan
pada gugus pergi mulai putus bersamaan dengan terbentuknya ikatan pada
nukleofilik.
Seperti pada gambar berikut ini :
Mekanisme pada gambar diatas, nukleofilik berupa OH- menyerang gugus primer yang berikatan langsung dengan gugus pergi (Br), reaksi yang terjadi akan lebih cepat apabila gugus alkil pada substrat berupa primer, dan pada mekanisme yang terjadi digambar nukleofilik menyerang substrat primer (CH2) karena CH2 lebih (+) dari pada CH3 dan karena CH2 yang berikatan langsung dengan alkil halida (gugus pergi) maka dari itu nukleofilik masuk dan menggantikan gugus yang pergi.
Pada jurnal yang saya baca, dengan link https://www.researchgate.net/publicatin/331545171_mekanisme_reaksi_substitusi_nukleofilik_s_n_1_s_n_2_dengan_senyawa_halogen_organik
Disebutkan bahwa sebagian besar reaksi SN2 dipengaruhi oleh jenis pelarut. Untuk jenis pelarut protik (berproton) yang mengandung gugus OH- dan NH2 kurang disukai untuk reaksi SN2. Hal in dikarenakan pelarut berproton akan menurunkan energinya (solvasi). Molekul – molekul pelarut ini mengelilingi nukleofilik dan membentuk ikatan hidrogen sehingga menstabilkan nukleofiliknya dan memperlambat SN2. Tetapi jika menggunakan pelarut polar aprotik ( yang tidak mengandung OH- dan NH2) reaksi SN2 akan berlangsung baik.
Permasalahan :
1. 1. mengapa nukleofil yang menyerang mekanisme reaksi SN2 merupakan jenis nukleofil kuat seperti OH,CN?
2. 2. Pada penjelasan diatas disebutkan bahwa reaksi SN2 kurang
menyukai pelarut yang mengandung gugus OH- dan NH2, karena
akan menurunkan energinya. Yang menjadi pertanyaan, apakah pelarut mempengaruhi reaksi yang terjadi pada SN2 ? jelaskan alasannya!
3. 3. apa yang terjadi Jika konsentrasi pereaksi dalam reaksi SN2 diperbesar, jelaskan?

Saya Melfiza Egia Distria NIM A1C119076, akan mencoba menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusPada penjelasan diatas disebutkan bahwa reaksi SN2 kurang menyukai pelarut yang mengandung gugus OH- dan NH2, karena akan menurunkan energinya. Yang menjadi pertanyaan, apakah pelarut mempengaruhi reaksi yang terjadi pada SN2 ? jelaskan alasannya!
Menurut saya karena salah satu variabel eksperimen yang dapat membantu kita mengendalikan mekanisme ialah kepolaran pelarut, karena pelarut dapat menurunkan ataupun meningkatkan energi sehingga mempengaruhi cepat lambatnya reaksi SN2. sebagai contoh karena pelarut polar dapat mensolvasi ion, maka solvasi nukleofilik menjebak pasangan elektron bebasnya. jadi reaksi SN2 yang lajunya bergantung pada keefektifan nukleofilik dihambat oleh pelarut polat. tetapi, pelarut polar yang aprotik dapat mempercepat reaksi SN2 dikarenakan pelarut ini mensolvasi kation dan anion tak tersolvasi sehingga memperbaiki kenukleofiliknya.
Baiklah saya Aufa Hasnita NIM A1C119040 Akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3
BalasHapus3. Sesuai dengan hukum laju reaksi, laju reaksi berbanding lurus dengan kedua pereaksi. Oleh sebab itu jika salah satu atau nilai tambah konsentrasinya diperbesar maka laju reaksi SN2 akan besar atau bertambah. Laju terbentuknya produkpun akan bertambah besar.
Terima kasih , semoga membantu